Mengenal ForWise Indonesia
Rumah kolaborasi nasional untuk membangun ekosistem wisata edukasi yang berintegritas, aman, dan berdampak di Indonesia.
Latar Belakang
Indonesia memiliki kekayaan alam, budaya, sejarah, desa dan kampung wisata, kawasan konservasi, komunitas lokal, institusi pendidikan, serta keragaman sosial yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai ruang belajar di luar kelas. Namun, praktik wisata edukasi di Indonesia masih membutuhkan penguatan dalam aspek standar, keselamatan, desain pembelajaran, kualitas fasilitasi, keberlanjutan, partisipasi masyarakat, dan keterhubungan dengan kebutuhan dunia pendidikan.
ForWise Indonesia lahir dari kesadaran bahwa wisata edukasi tidak cukup hanya dipahami sebagai perjalanan rekreasi, study tour, atau kunjungan lapangan. Wisata edukasi perlu dikelola sebagai proses pembelajaran berbasis pengalaman yang memiliki tujuan, metodologi, manajemen risiko, nilai edukatif, dampak sosial, serta manfaat yang adil bagi peserta, penyelenggara, dan masyarakat lokal.
Dalam konteks pariwisata masa depan, wisata edukasi juga memiliki posisi strategis sebagai bagian dari responsible tourism dan fair tourism, karena mendorong perjalanan yang lebih sadar, menghormati komunitas lokal, memberi manfaat ekonomi yang lebih adil, menjaga lingkungan, serta memperkuat hubungan antara pendidikan, pariwisata, budaya, dan keberlanjutan.
ForWise Indonesia resmi dideklarasikan di Nglanggeran pada 16 Juni 2026, bertepatan dengan momentum 1 Suro atau Tahun Baru Islam 1 Muharam — dimaknai sebagai simbol semangat baru untuk mentransformasikan wisata edukasi di Indonesia menjadi gerakan yang lebih terarah, bermakna, dan berdampak.
"Wisata edukasi bukan sekadar perjalanan sekolah atau kunjungan lapangan. Ia adalah proses pembelajaran berbasis pengalaman yang harus dirancang dengan tujuan, standar keselamatan, nilai edukatif, dan dampak yang jelas. ForWise Indonesia hadir untuk memperkuat fondasi tersebut."
Irwan Tamrin, Praktisi Wisata Edukasi & Pendiri WisataSekolah
"Indonesia memiliki kekayaan luar biasa untuk dikembangkan sebagai ruang belajar. Desa wisata, museum, kawasan konservasi, situs budaya, kampus, industri kreatif, hingga komunitas lokal dapat menjadi laboratorium pembelajaran yang hidup. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi itu dikemas secara aman, edukatif, profesional, dan berkelanjutan."
Sugeng Handoko, Penggerak Desa Wisata Nglanggeran
Visi & Misi
"Menjadi forum nasional yang terpercaya dalam membangun ekosistem wisata edukasi Indonesia yang berkualitas, aman, partisipatif, adil, bertanggung jawab, berdampak, dan berkelanjutan."
Mendorong pengembangan standar, etika, dan praktik terbaik dalam penyelenggaraan wisata edukasi di Indonesia.
Memperkuat kapasitas anggota melalui pelatihan, pendampingan, riset, sertifikasi, forum berbagi pengetahuan, dan kolaborasi lintas sektor.
Menghubungkan pelaku wisata edukasi, desa dan kampung wisata, lembaga pendidikan, akademisi, komunitas, industri, pemerintah, dan mitra internasional dalam satu ekosistem kolaboratif.
Mengembangkan wisata edukasi sebagai bagian dari experiential learning, community-based tourism, ecotourism, responsible tourism, fair tourism, sustainable tourism, dan quality tourism Indonesia.
Mendorong desa dan kampung wisata, destinasi edukatif, serta komunitas lokal agar mampu menjadi ruang belajar yang aman, bermakna, partisipatif, dan memberi manfaat ekonomi-sosial secara adil.
Memberikan masukan, rekomendasi, dan advokasi kebijakan kepada pemangku kepentingan terkait pengembangan wisata edukasi nasional.
Memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring wisata edukasi internasional melalui kolaborasi, pertukaran pengetahuan, misi wisata edukasi, dan promosi praktik baik Indonesia ke dunia.
8 Nilai Dasar
Edukatif
Setiap program wisata edukasi harus memiliki tujuan pembelajaran yang jelas, relevan, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan peserta.
Aman dan Bertanggung Jawab
Keselamatan peserta, perlindungan anak, manajemen risiko, etika perjalanan, dan kualitas pelaksanaan menjadi prinsip utama dalam setiap kegiatan wisata edukasi.
Partisipatif
Mendorong keterlibatan aktif masyarakat lokal, peserta, pendidik, pelaku industri, komunitas, dan pemangku kepentingan dalam seluruh proses program.
Berkeadilan
Wisata edukasi harus memberi manfaat yang lebih adil bagi komunitas lokal, pengelola destinasi, penyedia layanan, peserta, dan seluruh pihak dalam rantai nilai.
Berkelanjutan
Wisata edukasi harus mendukung pelestarian alam, budaya, kearifan lokal, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Kolaboratif
ForWise Indonesia dibangun sebagai ruang kerja bersama antara pendidikan, pariwisata, komunitas, akademisi, pemerintah, industri, dan jejaring internasional.
Inklusif
Memberi ruang bagi berbagai jenis anggota, lintas wilayah, lintas skala usaha, lintas latar belakang, serta berbagai bentuk komunitas dan destinasi.
Berbasis Dampak
Program wisata edukasi harus memberi manfaat nyata bagi peserta, masyarakat lokal, destinasi, lingkungan, dan ekosistem pariwisata Indonesia.
Ruang Lingkup Kegiatan
Standar dan Tata Kelola Wisata Edukasi
ForWise Indonesia mendorong penyusunan pedoman, kode etik, standar layanan, standar keselamatan, perlindungan anak, risk assessment, serta prinsip pelaksanaan program wisata edukasi yang profesional dan bertanggung jawab.
Pengembangan Kapasitas Anggota
ForWise Indonesia menyelenggarakan pelatihan, workshop, mentoring, kelas tematik, pendampingan destinasi, penguatan SDM, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi pelaku wisata edukasi.
Riset, Kajian, dan Pusat Pengetahuan
ForWise Indonesia mengembangkan kajian tren wisata edukasi, model program, riset dampak sosial, pemetaan pasar, studi kurikulum, praktik baik, serta rekomendasi kebijakan.
Jejaring dan Kemitraan
ForWise Indonesia membangun koneksi dengan sekolah, universitas, desa dan kampung wisata, komunitas, pemerintah, pelaku industri, asosiasi, organisasi internasional, dan mitra pembangunan.
Pengembangan Desa dan Kampung Wisata Edukasi
ForWise Indonesia mendorong desa dan kampung wisata menjadi ruang belajar berbasis komunitas melalui penguatan atraksi edukatif, homestay, interpretasi, fasilitasi, keamanan, amenitas, tata kelola, dan partisipasi masyarakat.
Advokasi dan Rekomendasi Kebijakan
ForWise Indonesia memberikan masukan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan terkait arah pengembangan wisata edukasi nasional dalam kerangka quality tourism, pariwisata berkelanjutan, responsible tourism, fair tourism, dan pembelajaran luar kelas.
Kolaborasi Internasional
ForWise Indonesia membuka peluang kerja sama internasional melalui jejaring global, misi wisata edukasi, pertukaran pengetahuan, dan promosi Indonesia sebagai destinasi wisata edukasi yang berkualitas dan bertanggung jawab.
Arah Strategis & Program Prioritas
- 1. Standard Setter Menyusun pedoman dasar, prinsip keselamatan, dan kode etik wisata edukasi Indonesia.
- 2. Capacity Builder Meningkatkan kapasitas anggota, pengelola desa wisata, fasilitator, dan tour leader.
- 3. Knowledge Hub Menjadi pusat data, riset dampak, pemetaan kurikulum, dan referensi eduwisata.
- 4. Collaboration Platform Ruang kerja bersama lintas akademisi, pemerintah, sekolah, dan industri pariwisata.
- 5. Policy Partner Memberikan masukan kebijakan untuk Kementerian Pariwisata dan Kemendikdasmen.
- Penyusunan Kode Etik Wisata Edukasi Indonesia.
- Penyusunan Pedoman Dasar Penyelenggaraan Wisata Edukasi yang Aman.
- Peluncuran ForWise Member Network.
- Workshop nasional keselamatan wisata sekolah (school trip safety).
- Pemetaan anggota dan destinasi potensial eduwisata di Indonesia.
- Penyusunan modul pelatihan bagi fasilitator dan pemandu lokal.
- Audiensi dengan Kementerian Pariwisata dan Kemendikdasmen.
- Pengembangan pilot project desa wisata edukasi berbasis standar ForWise.
- Penerbitan white paper eduwisata sebagai katalis quality tourism.
- Penguatan jejaring kolaborasi inbound educational tourism internasional.